Ramalan Arti Kedutan Kelopak Mata, Lengan Tangan, Alis, Dagu, Bibir, baik di bagian Bawah, Atas, Kanan, dan Kiri Menurut Primbon

Sabtu, 23 Juni 2018

Arti Kejatuhan Cicak di Kepala menurut Islam dan Primbon Jawa

Advertisement
Advertisement

Arti Kejatuhan Cicak di Kepala - Ada banyak mitos yang beredar dalam budaya masyarakat kita.Di antara mitos-mitos tersebut, ada mitos yang belakangan ini memang terbukti secara ilmiah sebagai fakta kebenaran, namun tak sedikit pula yang hanya menjadi bualan belaka.

Di antara banyak mitos yang pernah kita dengar, mitos tentang arti kejatuhan cicak di kepala mungkin adalah salah satu yang paling banyak dipercaya. Dalam mitos ini disebutkan bahwa barang siapa kepalanya kejatuhan cicak, maka alamat ia akan memperoleh suatu kesialan atau musibah dalam waktu dekat.

Lantas, benarkah mitos ini? Untuk menjawabnya, di artikel berikut ini kita akan membahas secara lebih detail mengenai mitos tersebut. Kita akan membahas benar tidaknya arti kejatuhan cicak di kepala ini ditinjau dari pemahaman berbagai disiplin ilmu. Bagi Anda yang ingin mendapat pencerahan, silakan ikuti pembahasan ini sampai habis!

Arti Kejatuhan Cicak di Kepala menurut Islam

Cicak adalah hewan reptil terkecil yang biasa kita temui di sekitar pemukiman. Selain bermanfaat untuk mengusir nyamuk dan serangga dari dalam rumah, keberadaan cicak juga menimbulkan beberapa kerugian, seperti meninggalkan sisa kotoran yang tercecer di lantai rumah atau membawa penyakit tertentu dari kebiasannya menyelinap di tempat makanan.

Arti Kejatuhan Cicak di Kepala Meski termasuk hewan yang tidak terbang, mangsa cicak hampir semuanya memiliki kemampuan untuk bermanufer di udara. Namun begitu, ia dikaruniai oleh Alloh kemampuan untuk berjalan di permukaan tegak seperti dinding, hingga permukaan yang terbalki seperti plafon. Ini tentu bisa menjadi tanda kebesaran-Nya yang telah mengatur rejeki bagi setiap mahluknya. Subhanalloh!

Kemampuan cicak berjalan di dinding

Berbicara tentang kemampuan ini, faktanya sains telah menemukan rahasia mengapa seekor cicak dapat berjalan di permukaan yang tegak atau terbalik. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa kemampuan yang dimiliki cicak ini tak lain karena ia memiliki sebuah organ khusus yang bernama spatulae di semua permukaan telapak kaki dan ekornya.

Spatulae adalah rambut-rambut yang sangat tipis dengan diameter 200 nanometer. Sebagai perbandingan, ukuran spatulae ini adalah 500 kali lebih tipis dibandingkan rambut manusia yang memiliki diameter 100.000 nanometer. Dengan ukuran sekecil itu, jumlah spatulae bisa sampai miliaran helai di telapak kaki dan ekor cicak sendiri, tergantung dari ukuran dan usia cicaknya.

Dengan jumlahnya yang banyak dan ukurannya yang kecil, cicak menggunakan helaian spatulae sebagai pegangan. Helaian spatulae ini bisa masuk ke pori-pori dinding yang kecil dan tak terlihat oleh mata dan menciptakan ikatan kuat untuk sekedar menahan bobot tubuhnya.

Jatuhnya cicak

Meski spatulae memiliki mekansime dan prinsip kerja yang modern, pada kenyataannya itu tak menjamin cicak untuk bisa berjalan mulus dan merayap di dinding tanpa gangguan. Ada kalanya cicak terjatuh saat menemukan permukaan dinding yang terlalu licin dan berpori sangat kecil, sehingga tidak memungkinkan spatulaenya untuk masuk dan menciptakan ikatan. Saat menemukan permukaan berjalan yang licin itulah cicak biasanya terjatuh. Jika kebetulan Anda yang berada di bawahnya, maka Anda-lah yang pasti kemudian kejatuhan si cicak itu.

Mitos cicak jatuh di kepala

Dalam beberapa kebudayaan di Nusantara, fenomena cicak jatuh kerap kali dikaitkan dengan pertanda baik. Dalam budaya Jawa misalnya, bila cicak menjatuhi bagian tubuh seseorang, lebih-lebih di kepalanya, maka itu bisa menjadi firasat akan adanya sial atau musibah yang akan menimpa orang tersebut.

Konon, untuk menangkal terwujudnya kesialan yang diramalkan itu, orang yang bersangkutan harus segera membunuh si cicak yang meniban atau menjatuhinya secepat mungkin sebelum kabur. Karena, kalau sampai kabur dan tak terbunuh, diramalkan kesialan tersebut akan benar-benar menjadi kenyataan.

Menurut Islam

Merujuk pada syariat dan hukum Islam, mitos tentang arti kejatuhan cicak di kepala sebetulnya tak lebih dari sekedar bualan belaka. Tidak ada dalil -baik itu hadist maupun kisah para sahabat- yang dapat menjadi pembenar dari mitos ini.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami kejatuhan cicak, janganlah menjadi paranoid dan ketakutan. Yakinlah bahwa itu hanya merupakan fenomena biasa yang tidak membawa makna apa-apa.

Meski demikian, faktanya untuk anjuran membunuh cicak sendiri sebetulnya memang terdapat dalam Islam. Sebagaimana dikutip dari hadist Dari Ummu Syarik –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda:

“Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)

Dalam hadist lain, bahkan disebutkan pula bahwa membunuh cicak termasuk sunnah karena dapat menjadi sumber kebaikan. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Nah, para pembaca, sekarang tentu sudah jelas bukan? Faktanya, mitos arti kejatuhan cicak di kepala yang beredar selama ini tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Janganlah takut dengan apa yang belum pasti karena sesungguhnya masa depan itu bukan untuk ditakutkan, melainkan sebaiknya kita usahakan. Semoga bermanfaat dan silakan share artikel ini jika dirasa bermanfaat!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Terkait : Arti Kejatuhan Cicak di Kepala menurut Islam dan Primbon Jawa